hilda.m09's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Siapa Bilang Kopi Bisa Menahan Kantuk?

Filed under: Academic — hilda.m09 at 2:24 am on Sunday, June 13, 2010

IPB Badge

KOMPAS.com – Sore hari ketika Anda mulai lemas, atau malam ketika Anda harus begadang, secangkir kopi mungkin akan Anda siapkan. Banyak pula orang yang merasa otaknya tidak bisa bekerja maksimal pada pagi hari bila belum menikmati secangkir kopi.

Namun, para peneliti mengatakan, pengaruh kopi yang sudah terkenal sebagai penahan kantuk, ternyata hanya suatu ilusi. Anda yang banyak minum kopi sepanjang malam mungkin memang merasa lebih segar setelah minum secangkir pada pagi hari. Tetapi hal ini kemungkinan karena pengaruh kafein pada malam sebelumnya.

Penelitian yang digelar oleh Bristol University ini mengumpulkan 379 orang yang tidak meminum kafein selama 16 jam sebelum minum kopi atau minuman sampel lainnya untuk mengetahui responsnya. Relawan dibagi antara mereka yang hanya minum sedikit kopi, dan yang minum dalam kadar sedang hingga tinggi.

Para peneliti lalu menemukan beberapa perbedaan kadar kewaspadaan di antara para relawan. Menurut Peter Rogers, dari departemen psikologi eksperimental di universitas tersebut, kita tidak mendapatkan keuntungan dari mengonsumsi kafein meskipun kita merasa lebih bugar karenanya, dan hanya membuat kita ke kondisi normal lagi.

Relawan yang merupakan peminum kopi golongan sedang hingga berat yang mengonsumsi minuman sampel dilaporkan tak lagi waspada dan malah sakit kepala. Kedua kondisi tersebut tidak dialami mereka yang minum kafein. Tetapi, kadar kewaspadaan mereka paska mengonsumsi kafein tidak lebih tinggi daripada mereka yang tergolong peminum kopi tingkat rendah yang menerima minuman sampel. Dengan kata lain, kafein hanya membuat peminum kopi tersebut kembali normal.

Secangkir kopi instan mengandung 60-100 mg kafein, tergantung pada kekuatan pemasakan kopinya. Teh mengandung 30-100 mg kafein, latte atau espresso mengandung 90-200 mg kafein, sedangkan 55 gr cokelat batang mengandung 40-50 mg kafein.

“Ada bukti-bukti luar biasa yang menunjukkan bahwa kafein memang meningkatkan kadar kewaspadaan dengan bertindak sebagai stimulan pada sistem saraf pusat, dengan mendorong pelepasan adrenalin,” kata Dr Euan Paul, direktur pelaksana British Coffee Association.

Pengaruh ini tidak hanya ditemukan pada orang-orang dengan kewaspadaan rendah, seperti pekerja shift malam atau mereka yang harus bangun pagi-pagi, tetapi juga pada mereka yang memiliki kewaspadaan tinggi.

Kopi masih tergolong aman jika dikonsumsi dengan takaran tidak berlebihan, seperti 4-5 cangkir sehari. Namun perempuan hamil harus membatasi konsumsi kafeinnya hingga 200 mg sehari saja.

Mengatasi Perih Akibat Terbakar Matahari

Filed under: Academic — hilda.m09 at 1:46 am on Sunday, June 13, 2010

IPB Badge

KOMPAS.com – Lupa pakai sunblock karena keburu pingin nyemplung ke kolam renang? Hm… tidak heran kulit Anda menjadi merah dan perih karena terbakar matahari.

Masih banyak orang yang menyepelekan penggunaan sunblock, dan hanya mengkhawatirkan kulit yang menjadi gosong atau belang karena terpapar berjam-jam di bawah matahari. Padahal, kulit yang meradang akibat terpapar matahari juga tak kalah berbahaya.

Anda bisa saja membeli obat-obatan luar untuk mengatasi kulit yang perih dan mengelupas, namun coba dulu obat-obatan alami. Setelah itu, biasakan untuk selalu mengenakan sunblock, termasuk mengulangi pengaplikasiannya setelah Anda berenang beberapa saat.

1. Oleskan lidah buaya. Bila Anda memilih krim antiperadangan yang mengandung lidah buaya, pilih yang tidak berwarna dan tidak diberi parfum. Namun, Lynne C. David, ND, dokter naturopati dari Center for Integrative Medicine di George Washington University Medical Center, Washington, DC, mengatakan bahwa tanaman asli lidah buaya bisa jadi lebih efektif menyembuhkan. Oleskan dagingnya yang mirip gel pada kulit Anda yang meradang.

2. Usap dengan susu. Celupkan kain bersih ke dalam susu dingin dan tempelkan ke area yang terbakar selama 20 menit, demikian saran Hadley C. King, MD, instruktur dermatologi klinis di Weill Cornell Medical College, New York. Pastikan Anda menggunakan seluruh kandungan susu, karena yang berlemak adalah bagian yang justru menenangkan. Aplikasikan kembali setiap 2 – 4 jam.

3. Redakan dengan baking soda. Anda mungkin menggunakan baking soda untuk membersihkan rumah, memanggang roti, atau menghilangkan bau lemari es. Nah, bubuk ini ternyata juga ampuh untuk mengatasi kulit yang terbakar matahari. Larutkan satu sendok makan baking soda ke dalam air untuk membuat bahan pendingin, atau tambahkan 1/2 cangkir ke dalam bathtub yang sudah diisi air hangat. Lalu berendamlah.

4. Coba cuka. Obat sederhana untuk meredakan rasa perih adalah menggunakan cuka yang telah disuling, atau cuka sari apel. Menurut Dr King, memang tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa bahan-bahan ini memang berkhasiat untuk menyembuhkan, namun tidak ada salahnya dicoba. Celupkan kain atau handuk ke dalam larutan campuran air dan cuka, lalu tempelkan di bagian kulit yang terbakar.

5. Bahan herbal. Tanaman seperti calendula (kerap dijadikan teh atau minyak esensial) atau comfrey dikenal mampu memulihkan jaringan kulit dan memiliki kandungan antiperadangan. Coba cari di toko obat, apakah ada krim yang mengandung dua bahan ini. Bila tidak ada, gunakan kantung celup teh Calendula, basahi, dan tempelkan ke bagian sensitif dari kulit Anda. Biarkan sampai kulit terasa lebih baik. Pilihan lain adalah menggunakan kantong celup teh mint, karena daun mint memang mempunyai kemampuan mendinginkan dan menyingkirkan rasa sakit. Cara lain adalah menyeduh teh Calendula atau mint. Setelah teh dingin, gunakan cotton bud untuk mengisap cairan tersebut dan aplikasikan pada kulit.

sumber: KOMPASfemale :)

Andy Noya Bangun TBM, Nyumbang Buku Yuk

Filed under: Academic — hilda.m09 at 1:32 am on Sunday, June 13, 2010

IPB Badge

SERPONG, KOMPAS.com — Andy F Noya, host “Kick Andy”, membangun taman bacaan masyarakat (TBM) di Kampung Dadap, Kelurahan Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Lokasi kampung ini berada di belakang Sekolah Ora Et Labora, BSD City.

“Ide mendirikan taman bacaan masyarakat ini berangkat dari kesadaranku melihat apa yang sudah aku lakukan, membantu perpustakaan dan menyumbang buku-buku bagi sekolah-sekolah miskin di berbagai daerah di Indonesia,” kata Andy F Noya dalam percakapan dengan Kompas.com di BSD City hari Minggu (13/6/2010) siang.

Menurut Andy, di satu sisi, ia melihat ada perkampungan dan permukiman di dekat rumahnya di Anggrek Loka BSD, yang juga membutuhkan taman bacaan dan perpustakaan.

“Mereka membutuhkan buku-buku bacaan dan pelajaran karena anak-anak di kampung itu sama kondisinya dengan anak-anak di tempat-tempat aku memberikan bantuan lainnya,” katanya.

Atas kesadaran itu, Andy mulai menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membangun taman bacaan yang diberi nama Taman Bacaan Masyarakat “Rama-rama”.

“Masalahnya waktu itu uangku tak cukup kalau harus beli tanah. Maka aku menghubungi Pak Johanes dan Dhony Rahajoe dari Sinas Mas/BSD City. Aku melihat di kampung itu ada beberapa lokasi tanah milik BSD,” papar Andy.

Menurut Andy, ketika ia menyampaikan gagasan ini kepada pihak BSD, mereka menyambut dengan antusias. Pihak BSD meminjamkan lahan seluas 200 meter persegi untuk digunakan membangun taman bacaan tersebut. Masa pakai tanah ini, untuk tahap pertama, tiga tahun dan dapat diperpanjang jika masih dibutuhkan.

Diungkapkan, saat ini bangunan taman bacaan tersebut sudah 80 persen selesai dan diharapkan dapat beroperasi pertengahan Juli 2010. TBM ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan anak-anak prasekolah, taman kanak-kanak, SD, SMP, dan SMA.

Bahkan, lebih dari itu, Andy F Noya bersama Dinas Pendidikan Luar Sekolah Kota Tangerang Selatan merencanakan untuk menjadikan tempat tersebut sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat di mana nantinya pihak Diknas akan membantu membuat kurikulum dan menyumbangkan tenaga pengajar, serta memberikan supervisi untuk kegiatan pendidikan anak usia dini, termasuk paket belajar A, B, C, dan seterusnya.

“Dari hasil riset sementara, cukup banyak anak putus sekolah di Kampung Dadap, demikian pula ada warga yang buta huruf,” ungkapnya.

Tantangan yang dihadapi, menurut Andy Noya, adalah bagaimana mengumpulkan buku-buku yang dibutuhkan dan mengelola TBM agar taman bacaan ini dapat bertahan lama.

Untuk itu, saat ini Andy sedang mengumpulkan relawan-relawan dan masyarakat yang ingin membantu taman bacaan masyarakat yang didirikannya itu.

Yang ingin menyumbangkan buku silakan langsung ke Ibu Retno Palupi, Jalan Anggrek Bulan III Blok D 53, Anggrek Loka, BSD City. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Ibu Retno di nomor HP 08164804980.

sumber: KOMPAS.com

Andy Noya Bangun TBM, Nyumbang Buku Yuk

Filed under: Academic — hilda.m09 at 1:28 am on Sunday, June 13, 2010

SERPONG, KOMPAS.com — Andy F Noya, host “Kick Andy”, membangun taman bacaan masyarakat (TBM) di Kampung Dadap, Kelurahan Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Lokasi kampung ini berada di belakang Sekolah Ora Et Labora, BSD City.

“Ide mendirikan taman bacaan masyarakat ini berangkat dari kesadaranku melihat apa yang sudah aku lakukan, membantu perpustakaan dan menyumbang buku-buku bagi sekolah-sekolah miskin di berbagai daerah di Indonesia,” kata Andy F Noya dalam percakapan dengan Kompas.com di BSD City hari Minggu (13/6/2010) siang.

Menurut Andy, di satu sisi, ia melihat ada perkampungan dan permukiman di dekat rumahnya di Anggrek Loka BSD, yang juga membutuhkan taman bacaan dan perpustakaan.

“Mereka membutuhkan buku-buku bacaan dan pelajaran karena anak-anak di kampung itu sama kondisinya dengan anak-anak di tempat-tempat aku memberikan bantuan lainnya,” katanya.

Atas kesadaran itu, Andy mulai menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membangun taman bacaan yang diberi nama Taman Bacaan Masyarakat “Rama-rama”.

“Masalahnya waktu itu uangku tak cukup kalau harus beli tanah. Maka aku menghubungi Pak Johanes dan Dhony Rahajoe dari Sinas Mas/BSD City. Aku melihat di kampung itu ada beberapa lokasi tanah milik BSD,” papar Andy.

Menurut Andy, ketika ia menyampaikan gagasan ini kepada pihak BSD, mereka menyambut dengan antusias. Pihak BSD meminjamkan lahan seluas 200 meter persegi untuk digunakan membangun taman bacaan tersebut. Masa pakai tanah ini, untuk tahap pertama, tiga tahun dan dapat diperpanjang jika masih dibutuhkan.

Diungkapkan, saat ini bangunan taman bacaan tersebut sudah 80 persen selesai dan diharapkan dapat beroperasi pertengahan Juli 2010. TBM ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan anak-anak prasekolah, taman kanak-kanak, SD, SMP, dan SMA.

Bahkan, lebih dari itu, Andy F Noya bersama Dinas Pendidikan Luar Sekolah Kota Tangerang Selatan merencanakan untuk menjadikan tempat tersebut sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat di mana nantinya pihak Diknas akan membantu membuat kurikulum dan menyumbangkan tenaga pengajar, serta memberikan supervisi untuk kegiatan pendidikan anak usia dini, termasuk paket belajar A, B, C, dan seterusnya.

“Dari hasil riset sementara, cukup banyak anak putus sekolah di Kampung Dadap, demikian pula ada warga yang buta huruf,” ungkapnya.

Tantangan yang dihadapi, menurut Andy Noya, adalah bagaimana mengumpulkan buku-buku yang dibutuhkan dan mengelola TBM agar taman bacaan ini dapat bertahan lama.

Untuk itu, saat ini Andy sedang mengumpulkan relawan-relawan dan masyarakat yang ingin membantu taman bacaan masyarakat yang didirikannya itu.

Yang ingin menyumbangkan buku silakan langsung ke Ibu Retno Palupi, Jalan Anggrek Bulan III Blok D 53, Anggrek Loka, BSD City. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Ibu Retno di nomor HP 08164804980.

sumber: KOMPAS.com